Refleksi

Memulai Semester dengan Kesadaran Baru

Libur semester tinggal hitungan hari. Kelas lima kembali saya temui, dengan ritme baru, tantangan baru, dan tanggung jawab yang semakin terasa. Tidak banyak yang berubah secara fisik, tetapi ada sesuatu yang berbeda dalam diri saya.
Gelar profesi guru yang kini melekat bukan sekadar tambahan di belakang nama. Ia adalah pengingat bahwa mengajar bukan hanya soal kemampuan, tetapi juga komitmen. Komitmen untuk hadir dengan lebih sadar, lebih bertanggung jawab, dan lebih jujur pada proses belajar yang saya jalani bersama siswa.


Saya menyadari bahwa menjadi guru bukan tentang merasa sudah selesai. Justru sebaliknya, semakin banyak yang dipelajari, semakin terasa luasnya ruang untuk terus bertumbuh. Di kelas nanti, saya tidak datang sebagai sosok yang paling tahu, melainkan sebagai pendamping yang terus belajar.
Semester ini saya ingin melangkah dengan ritme yang lebih manusiawi. Tidak tergesa mengejar target, tetapi tetap menjaga arah. Memberi ruang bagi siswa untuk berkembang, sekaligus memberi ruang bagi diri sendiri untuk terus memperbaiki cara mengajar.


Besok, saya kembali ke kelas dengan satu niat sederhana: mengajar dengan lebih sadar, mendengar dengan lebih utuh, dan belajar bersama dengan sepenuh hati.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top